Obligasi, Perbankan kompak berencana menerbitkan obligasi di saat tantangan likuiditas ketat masih menghantui industri. Bank-bank harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan pendanaan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) industri perbankan masih mini, sebesar 4,75% secara tahunan atau year on year (yoy) per April 2025. Sementara itu, OJK mencatat rasio perbandingan penyaluran kredit bank dengan DPK (LDR) kian mengetat, sebesar 87,99% pada periode yang sama.
Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah bank di Indonesia mulai aktif menerbitkan obligasi. Fenomena ini menarik perhatian karena menunjukkan pergeseran strategi pendanaan yang signifikan di sektor perbankan. Artikel ini akan mengulas alasan di balik tren ini, dampaknya terhadap industri, serta apa yang perlu diketahui oleh investor dan masyarakat.
Apa Itu Obligasi dan Mengapa Bank Menerbitkannya?
Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh entitas—dalam hal ini, bank—untuk memperoleh dana dari investor. Investor yang membeli Surat Utang pada dasarnya meminjamkan uang kepada bank dengan imbalan bunga tetap dan jangka waktu tertentu. Surat Utang menjadi alternatif pendanaan yang menarik bagi bank, terutama ketika kondisi pasar mendukung.
Penyebab Bank Aktif Menerbitkan Obligasi
Kebutuhan Likuiditas yang Meningkat
Seiring dengan pertumbuhan kredit yang mulai meningkat, bank membutuhkan tambahan dana untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka panjang. Penerbitan obligasi menjadi salah satu solusi efisien untuk mendapatkan dana tersebut. Misalnya, Bank Mandiri menerbitkan obligasi senilai Rp5 triliun dengan bunga tetap hingga 6,65% untuk mendukung pembiayaan kegiatan usaha berwawasan lingkungan.
Diversifikasi Sumber Pendanaan
Bank KB Bukopin (BBKP) menerbitkan obligasi global senilai USD300 juta dengan tujuan untuk diversifikasi sumber pendanaan jangka panjang. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pinjaman luar negeri jangka pendek dan memperkuat struktur pendanaan bank.
Kondisi Pasar yang Mendukung
Dengan suku bunga acuan yang mulai turun, bank melihat peluang untuk menerbitkan obligasi dengan bunga yang kompetitif. Hal ini menarik minat investor dan memungkinkan bank memperoleh dana dengan biaya yang lebih rendah.
Strategi Manajemen Aset dan Liabilitas
Beberapa bank, seperti Bank Negara Indonesia (BNI), menggunakan penerbitan obligasi sebagai bagian dari strategi manajemen aset dan liabilitas. Langkah ini membantu bank dalam mengelola kecocokan antara aset dan kewajiban, serta memastikan stabilitas keuangan jangka panjang.
Dampak Penerbitan Obligasi oleh Bank
Meningkatkan Kepercayaan Investor
Penerbitan obligasi yang sukses menunjukkan kepada investor bahwa bank memiliki prospek yang baik dan mampu mengelola risiko dengan efektif. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas dan kinerja bank.
Memperkuat Struktur Modal Bank
Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi dapat digunakan untuk memperkuat struktur modal bank, yang penting untuk memenuhi persyaratan regulasi dan mendukung ekspansi bisnis.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Dengan memperoleh dana tambahan, bank dapat meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor-sektor produktif, seperti UMKM dan infrastruktur, yang pada gilirannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Apa yang Perlu Diketahui Investor?
Risiko Investasi
Meskipun obligasi dianggap sebagai instrumen investasi yang relatif aman, tetap ada risiko yang perlu diperhatikan, seperti risiko kredit dan risiko pasar. Investor disarankan untuk memahami profil risiko masing-masing bank sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
Imbal Hasil (Yield) yang Menarik
Obligasi bank sering menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito, namun dengan tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan saham. Hal ini menjadikan Surat Utang sebagai pilihan menarik bagi investor konservatif.
Diversifikasi Portofolio
Menambahkan Surat Utang bank ke dalam portofolio investasi dapat membantu diversifikasi dan mengurangi risiko keseluruhan. Investor dapat memilih Surat Utang dengan tenor dan tingkat bunga yang sesuai dengan tujuan investasi mereka.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Q: Apa keuntungan utama bagi bank dalam menerbitkan Surat Utang?
A: Keuntungan utama bagi bank adalah memperoleh dana jangka panjang dengan biaya yang kompetitif, memperkuat struktur modal, dan mendukung ekspansi bisnis.
Q: Apakah obligasi bank cocok untuk semua jenis investor?
A: Surat Utang bank cocok untuk investor yang mencari pendapatan tetap dengan risiko yang relatif rendah. Namun, penting untuk mempertimbangkan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing.
Q: Bagaimana cara membeli obligasi bank?
A: Obligasi bank dapat dibeli melalui perusahaan sekuritas atau bank yang menjadi agen penjual. Investor perlu membuka rekening efek dan melakukan pemesanan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Kesimpulan
Penerbitan obligasi oleh bank merupakan respons strategis terhadap kebutuhan likuiditas, diversifikasi sumber pendanaan, dan kondisi pasar yang mendukung. Langkah ini tidak hanya menguntungkan bagi bank, tetapi juga bagi investor yang mencari instrumen investasi dengan imbal hasil menarik dan risiko terukur. Namun, seperti investasi lainnya, penting bagi investor untuk melakukan analisis dan memahami risiko yang ada sebelum berinvestasi.
