Ribut-Ribut Daging Sapi, Pedagang Mogok Jualan-Pengusaha Teriak PHK

Krisis Daging Sapi 2026: Pedagang Se-Jabodetabek Mogok Jualan 3 Hari, Stok Swasta Diprediksi Habis dalam 2 Bulan

JAKARTA – Sektor pangan nasional kembali diguncang gejolak. Mulai Kamis (22/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026), para pedagang daging sapi di wilayah Jabodetabek sepakat untuk melakukan aksi mogok berjualan massal. Aksi ini dipicu oleh kelangkaan stok dan lonjakan harga akibat pemangkasan kuota impor daging sapi reguler bagi pihak swasta yang sangat drastis.

Daging Sapi

Kuota Impor Swasta Anjlok dari 180 Ribu ke 30 Ribu Ton

Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha dan Pengolahan Daging Indonesia (APPDI), Teguh Boediyana, mengungkapkan kekecewaannya terhadap penetapan Neraca Komoditas 2026. Tahun ini, pelaku usaha swasta hanya dijatah kuota impor sebesar 30.000 ton, menurun tajam dibandingkan tahun lalu yang mencapai 180.000 ton.

“Jumlah ini sangat jauh dari kebutuhan. Dengan jatah 30.000 ton yang harus dibagi kepada 105 perusahaan, stok tersebut diprediksi hanya akan bertahan selama dua bulan,” tegas Marina Ratna, Wakil Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI).

Monopoli BUMN dan Ancaman Terhadap Sektor Horeka

Berdasarkan data Neraca Komoditas 2026, total kuota impor daging sebenarnya mencapai 297.000 ton. Namun, mayoritas kuota tersebut dialokasikan kepada BUMN (PT Berdikari dan PT PPI):

  • 100.000 ton daging kerbau India (BUMN)

  • 75.000 ton daging sapi Brasil (BUMN)

  • 75.000 ton dari negara lain (BUMN)

  • 30.000 ton untuk 105 perusahaan swasta

  • 17.000 ton untuk kebutuhan industri

Kebijakan ini dikhawatirkan akan mematikan persaingan usaha yang sehat dan mengganggu pasokan untuk sektor Hotel, Restoran, dan Katering (Horeka) serta industri pengolahan yang selama ini bergantung pada distribusi pihak swasta.

Mengapa Pedagang Mogok?

Ketua Umum APDI DKI Jakarta, Wahyu Purnama, menyatakan bahwa aksi mogok ini adalah langkah terakhir setelah jalur dialog buntu. “Kondisi pasar sudah tidak sehat bagi pedagang kecil dan menengah. Harga modal yang tinggi membuat kami sulit menjual ke masyarakat menengah ke bawah,” ujarnya.


Analisis: 3 Dampak Ngeri Kelangkaan Daging Sapi 2026

Selain kenaikan harga di pasar, berikut adalah beberapa poin menarik yang patut diwaspadai dari kebijakan ini:

  1. Potensi Gelombang PHK: Dengan operasional yang hanya bertahan 2 bulan, banyak perusahaan importir dan distributor swasta terancam gulung tikar yang berujung pada pemutusan hubungan kerja.

  2. Kualitas Pasokan Horeka Terancam: Sektor hotel dan restoran mewah biasanya membutuhkan spesifikasi daging tertentu (prime cuts) yang selama ini dipenuhi swasta. Ketergantungan penuh pada BUMN dikhawatirkan tidak mampu memenuhi standar spesifikasi tersebut.

  3. Inflasi Pangan Menjelang Hari Besar: Pembatasan kuota di awal tahun berisiko menciptakan efek bola salju yang memicu inflasi pangan tinggi saat memasuki masa permintaan puncak nantinya.

Situs Judi Slot Online dan Bola Online Terpercaya Kadobet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*